download

Konservasi Arsitektur di Kota Lama

Sejarah Kota Lama

Kota Lama Semarang terletak di Kelurahan Bandarharjo, kecamatan Semarang Utara. Batas Kota Lama Semarang adalah sebelah Utara Jalan Merak dengan stasiun Tawang-nya, sebelah Timur berupa Jalan Cendrawasih, sebelah Selatan adalah Jalan Sendowo dan sebelah Barat berupa Jalan Mpu Tantular dan sepanjang sungai Semarang. Luas Kota Lama Semarang sekitar 0,3125 km2.

Seperti kota-kota lainnya yang berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda, dibangun pula benteng sebagai pusat militer. Benteng ini berbentuk segi lima dan pertama kali dibangun di sisi barat kota lama Semarang saat ini. Benteng ini hanya memiliki satu gerbang di sisi selatannya dan lima menara pengawas. Kemudian permukiman Belanda mulai bertumbuh di sisi Timur benteng “Vijfhoek”. Banyak rumah, gereja dan bangunan perkantoran dibangun di pemukiman ini. Pemukiman ini adalah cikal bakal dari kota lama Semarang. Pemukiman ini terkenal dengan nama “de Europeeshe Buurt”. Bentuk tata kota dan arsitektur pemukiman ini dibentuk mirip dengan tata kota dan arsitektur di Belanda. Kali Semarang dibentuk menyerupai Kanal-kanal di Belanda. Pada masa itu benteng Viffjhoek belum menyatu dengan pemukiman Belanda.

Kota lama Semarang direncanakan sebagai pusat dari pemerintahan kolonial Belanda dengan banyak bangunan kolonialnya. Ini terjadi setelah penandatanganan perjanjian antara Mataram dan VOC pada tanggal 15 Januari 1678. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan, bahwa Semarang sebagai Pelabuhan utama kerajaan Mataram telah diserahkan kepada pihak VOC, karena VOC membantu Mataram menumpas pemberontakan Trunojoyo. Mulai tahun 1705, Semarang menjadi milik secara penuh VOC. Sejak saat itu mulai muncul banyak pemberontakan dan suasana menjadi tidak aman lagi. Belanda membangun benteng untuk melindungi pemukimannya. Benteng yang terletak di sisi barat kota lama ini di bongkar dan dibangun benteng baru yang melindungi seluruh kota lama Semarang.

Kehidupan di dalam Benteng berkembang dengan baik. Mulai banyak bermunculan bangunan-bangunan baru. Pemerintah Kolonial Belanda membangun gereja Kristen baru yang bernama gereja “Emmanuel” yang sekarang terkenal dengan nama “Gereja Blenduk”. Pada sebelah utara Benteng dibangun Pusat komando militer untuk menjamin pertahanan dan keamanan di dalam benteng.

Pada tahun 1824 gerbang dan menara pengawas benteng ini mulai dirobohkan. Orang Belanda dan orang Eropa lainnya mulai menempati pemukiman di sekitar Jalan Bojong (sekarang jalan Pemuda). Pada era ini kota lama Semarang telah tumbuh menjadi kota kecil yang lengkap. Pada saat pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811), dibangun jalan post (Postweg) antara Anyer dan Panarukan. Jalan “de Heerenstraat” (sekarang jalan Let. Jend.Suprapto) menjadi bagian dari jalan post tersebut (van Lier, H.P.J. 1928).

Seperempat abad setelah berakhirnya VOC, pemukiman Belanda mulai berkembang ke Jalan Bojong, ke arah Barat (jalan Daendels) dan di sepanjang jalan Mataram. Menjelang abad 20,  Kota Lama semakin berkembang pesat dan banyak dibangun kantor perdagangan, bank, kantor asuransi, notaris, hotel, dan pertokoan. Di sisi Timur gereja Belenduk, dibangun lapangan terbuka yang digunakan untuk parade militer atau pertunjukan musik di sore hari (van Velsen M.M.F. 1931).

Kawasan Kota Lama Semarang dibentuk sesuai dengan konsep perancangan kota-kota di Eropa, baik secara struktur kawasan maupun citra estetis arsitekturalnya. Kawasan ini memiliki pola yang memusat dengan bangunan pemerintahan dan Gereja Blenduk sebagai pusatnya. Pola perancangan kota tersebut sama seperti perancangan kota- kota di Eropa. Sementara pada karakter arsitektur bangunan, kekhasan arsitektur bangunan di kawasan ini ditunjukkan melalui penampilan detail bangunan, ornamen-ornamen, serta unsur-unsur dekoratif pada elemen-elemen arsitekturalnya. Dengan keberadaan Kota Lama Semarang, citra arsitektur Eropa telah hadir dan menambah nuansa keberagaman arsitektur di Jawa Tengah dan daerah-daerah sekitarnya, dan pada gilirannya memperkaya khazanah arsitektur di negeri ini.

Kota Lama Sebagai Obyek Konservasi

Kota Lama menyimpan banyak sejarah Indonesia ketika dijajah oleh Belanda. Kawasan yang dipenuhi oleh bangunan-bangunan kuno yang mempunyai nilai arsitektur tinggi ini sudah menjadi cagar budaya Indonesia yang patut di konservasi. Berdasarkan  Undang-Undang No 5 Tahun 1992 dikemukakan yang dimaksud dengan benda cagar budaya adalah : (dalam Bab 1 pasal 1) yaitu : (1)  Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak, yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagian atau sisa sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 tahun atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; (2) Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Kawasan Kota Lama memiliki sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang yang patut dikonservasi. Beberapa di antaranya yaitu :

  1. MERCUSUAR

mercusuar

Bangunan ini dibangun pada tahun 1884. Pembangunan mercusuar ini berkaitan dengan pembangunan kota Semarang sebagai kota Pelabuhan oleh Pemerintah kolonial untuk pengangkutan ekspor gula ke dunia.

  1. STASIUN K.A. TAWANG

stasiun kota lawang

Stasiun Tambak Sari di Jalan Pengapon, dibangun oleh (NEDERLANDSCHE INDISCHE SPOORWEGMAATSCHARIJ), Diresmikan oleh Gubenur Jenderal MR. BARON SLOET VAN DE BEELE. Stasiun ini menggantikan stasiun sebelumnya yang dibangun pada 16 Juni 1864 – 10 Februari 1870 yang melayani jalur Semarang – Jogja – Solo. Karena stasiun itu tidak memenuhi syarat lagi, akibat bertambahnya volume pengangkutan maka dibangunlah Stasiun Tawang. Arsitek gedung ini adalah JP DE BORDES. Bangunan ini selesai dibangun pada bulan Mei 1914.

Bangunan ini mempunyai langgam arsitektur yang Indische yang sesuai dengan kondisi daerah tropis. bangunan ini mempunyai sumbu visual dengan Gereja Blenduk sehingga menambah nilai kawasan. Bangunan ini termasuk “tetenger” Kota Semarang.

  1. PT. MASSCOM GRAPHY

pt. masscom graphy

Bangunan ini terletak di Jl. Merak 11 – 15. Gedung ini semula dimiliki oleh HET NOORDEN yaitu surat kabar berbahasa Belanda. Gedung ini mempunyai nilai yang tinggi merupakan cikal bakal dunia pers di Semarang. Saat ini bangunan ini dialih gunakan untuk PT. MASSCOM GRAPHY yang merupakan perusahaan percetakan surat kabar di Suara Merdeka Group.

  1. GEREJA BLENDUK

gereja blenduk

Berusia lebih dari 200 tahun dan dijadikan “tetenger” (Landmark) kota Semarang. Terletak di Jalan Let Jend. Suprapto No.32. Bangunan ini mulai berdiri pada tahun 1753, digunakan untuk gerejaNEDERLANDSCHE INDISCHE KERK. Gedung ini diperbaiki lagi pada tahun 1756, 1787, dan 1794. Pada tahun 1894 bangunan ini dirombak seperti keadaan sekarang. Arsitek pembangunan ini adalah HPA DE WILDE dan WWESTMAS. Keberadaan gereja ini berperan besar terhadap perkembangan agama kristen di Semarang.

  1. SUSTERAN ORDO FRANSISKAN

susteran ordo

Bangunan ini terletak di Jl. Ronggowarsito No. 8. Semula pada tahun 1808 Pastur LAMBERTS PRINSENmemprakarsai pendirian rumah yatim piatu Katholik untuk putra diberi nama WEESHUIS. Pada tahun 1870 datang sekelompok suster dari Ordo FRANSISKAN ke Semarang, kemudian seorang arsitek bangsa Belanda M. NIESTMAN merancang bangunan di lokasi tersebut untuk susteran. Pembangunan dimulai pada tanggal 16 Februari 1906.  Komplek ini memanjang dari Jl.R. Patah sampai Jl. Stasiun Tawang. Sebelum kemerdekaan bangunan ini pernah digunakan untuk markas tentara GURKHA.

  1. KANTOR TELEKOMUNIKASI

Bangunan ini terletak di Jl. Let Jend Suprpto No. 7. Bangunan ini didirikan sekitar tahun 1907 bersamaan dengan Kantor Pos Semarang. Bangunan ini sampai sekarang masih digunakan untuk kantor Telkom. Bangunan ini dirancang sesuai untuk daerah tropis, berada tepat di mulut jalan Branjangan, waktu itu dinamai jalan STADTHUIS STRAAT.

  1. GEDUNG JIWASRAYA

gedung jiwasraya

Bangunan yang terletak di Jl. Let. Jend. Suprapto 23 – 25 ini dibangun pada tahun 1920. Arsitek gedung ini adalah HERMAN THOMAS KARSTEN. Seperti pada bangunan-bangunan rancangannya, gedung ini dirancang sesuai dengan iklim tropis. Bangunan ini terdiri dari 3 lantai, sampai saat ini digunakan untuk bangunan perkantoran.

  1. GEDUNG MARBA

gedung marba

Dibangun pada pertengahan abad XIX, terletak di Jl. Let.Jend. Suprapto No.33 yang waktu itu bernamaDEHEEREN STRAAT, merupakan bangunan 2 lantai dengan tebal dinding kurang lebih 20 cm. Pembangunan gedung ini diprakarsai oleh MARTA BADJUNET, seorang warga negara Yaman, merupakan seorang saudagar kaya pada jaman itu.

Untuk mengenang jasanya bangunan itu dinamai singkatan namanya MARBA. Gedung ini awalnya digunakan sebagai kantor usaha pelayaran, Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL).

Selain kantor tersebut digunakan pula untuk toko yang modern dan satu-satunya pada waktu itu, DE ZEIKEL. Setelah pensium, perusahaan pelayarannya dipegang oleh anaknya MARZUKI BAWAZIR. Saat ini bangunan ini tidak ada aktivitasnya dan digunakan untuk gudang.

  1. GEDUNG PT. SUN ALLIANCE

Bangunan ini berdiri sekitar tahun 1866. Hal ini dibuktikan dibagian kerucut muka gedung bagian atas ada tertulis “SAMARANG 1866”. Gedung ini bagian dari bangunan Borumij Wehry. Gedung ini merupkan gedung tertua yang masih berfungsi dan terawat dengan baik, dan dipakai untuk perusahaan asuransi. Konstruksi bangunan ini sudah mengadaptasi bangun yang berciri untuk udara tropis.

  1. KANTOR PT. RAJAWALI NUSINDO

pt. rajawali susindo

Bangunan ini terletak di kawasan Jl. Mpu Tantular 11-15 Semarang dibangun pada awal XIX. Semula bangunan ini digunakan untuk kolonial. Kemudian beralih, digunakan untuk kantor dagang OEI TIONG HAM CONCERN. Ia seorang keturunan cina, orang terkaya di Semarang pada waktu itu. Pada waktu kemerdekaan gedung ini diambil alih oleh pemerintah RI dan digunakan sebagai Kantor Panitia Utang Piutang Negara(PUPN). Setelah itu dialihkan fungsikan untuk PT. RAJAWALI NUSINDO.

Bangunan kuno diatas hanya sebagian kecil dari bangunan-bangunan kuno yang terdapat di kawasan Kota Lama yang patut dijaga, dipelihara, dan dilestarikan. Bangunan kuno tersebut merupakan aset budaya Indonesia yang tidak ternilai harganya, baik dari segi arsitekturnya maupun historisnya. Oleh karena itu Pemerintah Kota Semarang harus lebih aktif  menjadikan kawasan Kota Lama sebagai wilayah konservasi di Semarang.

  1. Upaya Pemerintah Kota Semarang dalam Konservasi Kawasan Kota Lama

Pemerintah Kota Semarang tidak berdiam diri melihat keberadaan Kawasan Kota Lama yang semakin lama semakin memperihatinkan. Pemerintah Kota Semarang telah mengeluarkan Perda Nomor 8 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kota Lama. Namun, walaupun sudah terdapat Perda yang mengaturnya, kondisi kawasan Kota Lama lama masih memprihatinkan. Hal ini karena aplikasi dari Perda tersebut masih sangat minim.

Menurut Widya Wijayanti “ada 3 cacat lahir yang dibawa oleh Perda tersebut, yaitu :

  1. Perda disusun berdasarkan rencana-rencana yang berasal dari sewindu sebelumnya. Perda tersebut kurang menangkap dengan jeli perubahan-perubahan yang sedang terjadi di dunia, terutama di tanah air, dan bagaimana perubahan tersebut berpengaruh pada kondisi regional dan Kota Semarang.
  2. Label Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan semestinya tidak perlu membelenggu dan menyebabkan isinya berputar-putar di sekitar penataan fisik bangunan semata, yang pada hal-hal kurang pokok terkadang terjerumus terlalu dalam.
  3. Hak-hak pemilik/penghuni yang harus mematuhi aturan yang disusun pemerintah tidak memperoleh ruang dalam perda tersebut.

Melihat kekurang itu seharusnya Pemerintah Kota Semarang harus segera merevisi ulang perda tersebut. Pemerintah Kota Semarang harus lebih aktif dan jelih melihat perkembangan Kota Lama Semarang. Pemerintah Kota Semarang harus melakukan konservasi yang terintegrasi pada Kota Lama, dan ada tujuh konsep dalam melakukan konservasi yang terintegrasi yaitu:

  1. merupakan sebuah proses bukan sebuah projek;
  2. konservasi membutuhkan keseimbangan dalam pengembangan dan kebutuhan penghuni;
  3. merupakan gabungan jangka-panjang yang berkelanjutan: sosial (penghuni); ekonomi (skala kecil perusahaan setempat); budaya (konservasi); dan ekologi (sumber daya alam–kesadaran)
  4. lingkungan hidup harus ditingkatkan melalui pro-aktif dan program yang mendukung;
  5. perbaikan keadaan ekonomi penghuni merupakan bagian dari pendekatan;
  6. dibutuhkan partisipasi yang luas dari stakeholders termasuk komunitas setempat;
  7. pengembangan projek skala besar harus dihindari.

Pemerintah kota Semarang harus menerapkan konsep-konsep ini dalam upayanya melestarikan Kota Lama. Konsep ini harus dijalankan secara aktif, berkala, dan berkelanjutan dan juga dibutuhkan peran serta dari masyarakat Semarang jika masih ingin melihat keberadaan  Kota Lama.

Konservasi Aristektur

Pengertian Konservasi/Pelestarian

Konservasi secara umum diartikan pelestarian namun demikian dalam khasanah para pakar konservasi ternyata memiliki serangkaian pengertian yang berbeda-beda implikasinya. Istilah konservasi yang biasa digunakan para arsitek mengacu pada Piagam dari International Council of Monuments and Site (ICOMOS) tahun 1981 yang dikenal dengan Burra Charter

Burra Charter menyebutkan “konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung didalamnya terpelihara dengan baik.” Pengertian ini sebenarnya perlu diperluas lebih spesifik yaitu pemeliharaan morfologi (bentuk fisik) dan fungsinya. Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut. Bila dikaitkan dengan kawasan maka konservasi kawasan atau sub bagian kota mencakup suatu upaya pencegahan adanya aktivitas perubahan sosial atau pemanfaatan yang tidak sesuai dan bukan secara fisik saja.

Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keaslian dan perawatannya, namun tidak mendatangkan nilai ekonomi atau manfaat lain bagi pemilik atau masyarakat luas.  Konsep pelestarian yang dinamik tidak hanya mendapatkan tujuan pemeliharaan bangunan tercapai namun dapat menghasilkan pendapatan dan keuntungan lain bagi pemakainya. Dalam hal ini peran arsitek sangat penting dalam menentukan fungsi yang sesuai karena tidak semua fungsi dapat dimasukkan. Kegiatan yang dilakukan ini membutuhkan upaya lintas sektoral, multi dimensi dan disiplin, serta berkelanjutan. Dan pelestarian merupakan upaya untuk menciptakan pusaka budaya masa mendatang (future heritage), seperti kata sejarawan bahwa sejarah adalah masa depan bangsa. Masa kini dan masa depan adalah masa lalu generasi berikutnya.

Bentuk-bentuk Konservasi/Pelestarian

Bentuk-bentuk dari kegiatan konservasi antara lain :

  1. Restorasi (dalam konteks yang lebih luas) ialah kegiatan mengembalikan bentukan fisik suatu tempat kepada kondisi sebelumnya dengan menghilangkan tambahan-tambahan atau merakit kembali komponen eksisting menggunakan material baru.
  2. Restorasi (dalam konteks terbatas) ialah kegiatan pemugaran untuk mengembalikan bangunan dan lingkungan cagar budaya semirip mungkin ke bentuk asalnya berdasarkan data pendukung tentang bentuk arsitektur dan struktur pada keadaan asal tersebut dan agar persyaratan teknis bangunan terpenuhi. (Ref.UNESCO.PP. 36/2005).
  3. Preservasi (dalam konteks yang luas) ialah kegiatan pemeliharaan bentukan fisik suatu tempat dalam kondisi eksisting dan memperlambat bentukan fisik tersebut dari proses kerusakan.
  4. Preservasi (dalam konteks yang terbatas) ialah bagian dari perawatan dan pemeliharaan yang intinya adalah mempertahankan keadaan sekarang dari bangunan dan lingkungan cagar budaya agar kelayakan fungsinya terjaga baik (Ref. UNESCO.PP. 36/2005).
  5. Konservasi ( dalam konteks yang luas) ialah semua proses pengelolaan suatu tempat hingga terjaga signifikasi budayanya. Hal ini termasuk pemeliharaan dan mungkin (karena kondisinya) termasuk tindakan preservasi, restorasi, rekonstruksi, konsoilidasi serta revitalisasi. Biasanya kegiatan ini merupakan kombinasi dari beberapa tindakan tersebut.
  6. Konservasi (dalam konteks terbatas) dari bangunan dan lingkungan ialah upaya perbaikan dalam rangka pemugaran yang menitikberatkan pada pembersihan dan pengawasan bahan yang digunakan sebagai kontsruksi bangunan, agar persyaratan teknis bangunan terpenuhi. (Ref.UNESCO.PP. 36/2005).
  7. Rekonstruksi ialah kegiatan pemugaran untuk membangun kembali dan memperbaiki seakurat mungkin bangunan dan lingkungan yang hancur akibat bencana alam, bencana lainnya, rusak akibat terbengkalai atau keharusan pindah lokasi karena salah satu sebab yang darurat, dengan menggunakan bahan yang tersisa atau terselamatkan dengan penambahan bahan bangunan baru dan menjadikan bangunan tersebut layak fungsi dan memenuhi persyaratan teknis. (Ref. UNESCO.PP. 36/2005).
  8. Konsolidasi ialah kegiatan pemugaran yang menitikberatkan pada pekerjaan memperkuat, memperkokoh struktur yang rusak atau melemah secara umum agar persyaratan teknis bangunan terpenuhi dan bangunan tetap layak fungsi. Konsolidasi bangunan dapat juga disebut dengan istilah stabilisasi kalau bagian struktur yang rusak atau melemah bersifat membahayakan terhadap kekuatan struktur.
  9. Revitalisasi ialah kegiatan pemugaran yang bersasaran untuk mendapatkan nilai tambah yang optimal secara ekonomi, sosial, dan budaya dalam pemanfaatan bangunan dan lingkungan cagar budaya dan dapat sebagai bagian dari revitalisasi kawasan kota lama untuk mencegah hilangnya aset-aset kota yang bernilai sejarah karena kawasan tersebut mengalami penurunan produktivitas. (Ref.UNESCO.PP. 36/2005, Ditjen PU-Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Pedesaan).
  10. Pemugaran adalah kegiatan memperbaiki atau memulihkan kembali bangunan gedung dan lingkungan cagar budaya ke bentuk aslinya dan dapat mencakup pekerjaan perbaikan struktur yang bisa dipertanggungjawabkan dari segi arkeologis, histories dan teknis. (Ref. PP.36/2005). Kegiatan pemulihan arsitektur bangunan gedung dan lingkungan cagar budaya yang disamping perbaikan kondisi fisiknya juga demi pemanfaatannya secara fungsional yang memenuhi persyaratan keandalan bangunan.

Obyek Konservasi

Suatu bangunan dapat dikatakan sebagai bangunan konservasi  atau cagar budaya sehingga dikenai aturan untuk melestarikannya mengacu pada kriteria yang telah ditentukan. Adapun kriteria obyek atau benda atau lingkungan atau kawasan sebagai bagian dari kota yang yang harus dilestarikan menurut National Register of Historic Places, National Park Service US Departement of Interiorantara lain :

  1. Obyek yang berkaitan dengan suatu momentum atau peristiwa signifikan baik dari kesejarahan dan kebudayaan yang menandai perjalanan suatu bangsa.
  2. Kaitan dengan kehidupan tokoh atau komunitas yang cukup penting dalam sejarah dan kebudayaan. Misalnya, keberadaan rumah-rumah Betawi di Condet yang menunjukkan bahwa pada masa itu merupakan lingkungan Betawi.
  3. Obyek adalah wujud atau representasi dari suatu karakter, karya, gaya, tipe, periode, teknologi, dan metode pembangunan yang memiliki nilai artistik tinggi.

Kategori obyek konservasi sebagai berikut :

  1. Obyek keagamaan berupa peninggalan arsitektur atau karya yang bernilai keagamaan.
  2. Bangunan atau bentuk struktur yang telah dipindahkan dari lokasi eksisting yang memiliki nilai signifikan dalam arsitektur atau bentuk struktur yang masih bertahan terkait dalam peristiwa sejarah tokoh tertentu.
  3. Rumah, kantor, atau ruang aktivitas atau makam tokoh terkenal dalam sejarah, dengan catatan tidak ada tempat atau bangunan lain yang terkait dengan riwayat hidupnya.
  4. Bangunan pada masa tertentu yang memiliki keunikan desain, gaya atau berkaitan dengan peristiwa sejarah tertentu.
  5. Bangunan hasil rekonstruksi an merupakan satu-satunya bangunan yang dapat diselamatkan.
  6. Obyek berusia 50 tahun yang memberi nilai yang cukup signifikan atau pengecualian yang dianggap penting.

Department of the Environment Circulars 23/77 The secretary of state for wales mengeluarkan aturan mengenai obyek konservasi, yaitu :

  1. Semua bangunan yang didirikan sebelum tahun 1700 yang masih bertahan sesuai dengan kondisi aslinya.
  2. Bangunan dari tahun 1700 – 1914 yang mempunyai kualitas dan karakter khusus saja, selesksi didasarkan pada prinsip membangun arsitek tertentu.
  3. Pemilihan bangunan didasarkan pada : (1) Special value, (berdasarkan tipe arsitektural atau gambar kehidupan social ekonomi masa tertentu, contohnya : bangunan industri, stasiun, sekolah, rumah sakit, balai kota), (2) Hasil aplikasi perkembangan teknologi (contoh bangunan struktur baja atau awal penggunaan beton), (3) Berkaitan sengan sejarah atau tokoh tertentu, (4) Group value (contoh hasil perencanaan kota) misalnya bangunan kota pada tahun 1914-1939 adalah dari jenis –jenis bangunan yang mewakili hasil arsitektur periodenya.
  4. Pengembangan jenis bangunan adalah sebagai berikut : (a) Jenis langgam bangunan : Modern, Klasik, Vernaculer, (b) Jenis fungsi bangunan: bangunan peribadatan, bangunan rekreasi publik, bangunan perkantoran dan komersial, bangunan pendidikan, bangunan perumahan, bangunan pelayanan publik, bangunan transportasi, (c) Bangunan yang mewakili karya arsitek tertentu tiap periode.

kritik arsitektur dengan metode deskriptif

Kritik Depiktif Depictive Criticism (Gambaran bangunan)

Depictive kritik tidak dapat disebut kritik sepenuhnya karena tidak menggunakan pertanyaan baik atau buruk. Kritik ini focus pada bagian bentuk, material, serta teksture. Depictictive kritik pada sebuah bangunan jarang digunakan karena tidak menciptakan sesuatu yang controversial, dan dikarenakan cara membawakan verbal mengenai fenomena fisik jarang provocative atau seductive to menahan keinginan pembaca untuk tetap memperhatikan. Fotografi paling sering digunakan ketika ketelitian dalam penggambaran bahan bangunan diinginkan.

Capture 2

Bangunan        : Istana Bogor

Arsitektur        : Van Imhoff

Tahun              : 1744

Istana bogor dibangun oleh Gustaaf Willem Baron Van Imhoff, dahulu bernama Buittenzorg atau Sans Souci  yang berarti “tanpa kekhawatiran” pada tahun 1745-1749 (selama 5 tahun). Lokasi istana atas pilihan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff (1744) sendiri yang terkesima akan kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor (Kampung Baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang terletak di hulu Batavia. Van Imhoff kemudian merencanakan membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan di akhir minggu dan hari libur bagi Gubernur Jenderal.  Istana awalnya dibangun dengan bentuk tiga tingkat.

Seiring dengan perkembangan zaman terjadi perubahan-perubahan pada bangunan awal yang dilakukan selama masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles) bentuk bangunan Istana Bogor telah mengalami berbagai perubahan, sehingga yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi istana seluas 14,892 m2. Namun musibah datang pada tanggal 10 Oktober 1834 gempa bumi mengguncang akibat meletusnya Gunung Salak sehingga istana tersebut rusak berat.

Capture 1

Bentuk bangunan istana bogor yang simetris dan dinding dibuat ukuran tebal, lalu plafon / langit-langit memiliki ukuran yang tinggi lantai mengunakan bahan marmer.

            Ruang yang ada dibagian tengah dinamakan dengan central room dan selalu berhubungan secara langsung pada teras depan maupun belakang. Bangunan sayap yang berada di bagian sebelah kiri dan kanan digunakan sebagai ruang tidur. Sedangakan fasilitas lainnya dibuatlan bagunan sendiri secara terpisah.

Capture 3

Kemudian dihalaman depan yang luas dilengkapi dengan jalan yang melingkar. Jalan ini digunakan sebagai tempat untuk mobil atau kendaraan milik pengujung atau penghuni yang ingin masuk dalam gedung tersebut. Jalan melingkar ini dihiasi aneka pohon hias.

Capture 4

Bagian depan bangunan serta yang dibelakang menggunakan kolom yang menerapkan gaya yunani seperti ionic, Doric dan korintian. Kolom-kolom yang dibuat secara berderet ini berfungsi untuk menyangga konstruksi dan kerangka atap. Sedangkan dibagian fasadnya diberi pediment berbentuk segitiga. Pediment adalah hiasan fasad yang ada dibagian depan.

Capture 5

kritik arsitektur dengan metode typikal

Kritik Typical

Studi tipe bangunan saat ini telah menjadi pusat perhatian teoritikus dan sejarawan arsitektur karena desain menjadi lebih mudah dengan mendasakannya pada type yang telah standard, bukan pada innovative originals (keaslian inovasi).

Studi tipe bangunan lebih didasarkan pada kualitas, fungsi (utility) dan ekonomi lingkungan arsitektur yang telah terstandarisasi dan terangkum dalam satu typologi.

Capture

Museum Kepresidenan, Balai Kirti yang pekerjaan konstruksi fisiknya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dibangun dengan menggunakan konsep Green Building. Dimana salah satunya, pada lantai 3 gedung tersebut dikhususkan bagi ruang terbuka hijau.

“Sebagai bangunan gedung yang layak dan fungsional kami memberikan unsur green building, salah satunya pada lantai 3 gedung tersebut dibuatkan ruang terbuka hijau,” ucap Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) Imam S. Ernawi yang dikutip dari laman resmi Kemenpu, Jumat (8/8/2014).

Imam menyebut, museum ini nantinya akan terdiri atas tiga lantai. Lantai pertama nantinya akan digunakan sebagai tempat menyimpan informasi umum tentang kebangsaan. Pada lantai dua, akan memajang sejarah presiden Indonesia dari yang pertama sampai sekarang. Dan pada lantai ketiga akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

Imam menambahkan, karena letaknya berada di kompleks Istana Bogor, nantinya akan terintegrasi dan sebagai bagian yang terpadu dengan istana Bogor. Balai Kirti nantinya akan menjadi museum yang menyimpan benda-benda kenangan yang berkaitan dengan sejarah RI. Di antaranya foto, buku, lukisan, benda seni, catatan dan benda kenangan lainnya dari keenam presiden RI.

Pekerjaan konstruksi fisik Gedung Balai Kirti dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sedangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengisi interior bangunan sesuai arahan Presiden SBY agar menampilkan display sejarah perjalanan bangsa Indonesia dari masing-masing era kepemimpinan Presiden.

Kritik Arsitektur

HOTEL ROYAL AMAROOSSA BOGOR

images (1)

Project             : HOTEL ROYAL AMAROOSSA

Lokasi             : Jl. Otto Iskandardinata No. 84, Bogor

Amaroossa Royal Hotel, terletak di Pusat Kota Bogor adalah pilihan yang populer bagi para wisatawan. Hanya 81km dari sini, hotel bintang 4 ini dapat secara mudah diakses dari bandara. Dengan lokasinya yang strategis, hotel ini menawarkan akses mudah ke destinasi yang wajib dikunjungi di kota ini. Di Amaroossa Royal Hotel, pelayanan istimewa dan fasilitas yang unggul akan membuat pengalaman menginap Anda tidak terlupakan. Fasilitas terbaik hotel ini termasuk Wi-Fi gratis di semua kamar, layanan kamar 24 jam, Wi-fi di tempat umum, tempat parkir mobil, layanan kamar. Para tamu dapat memilih dari 112 kamar yang semuanya dilengkapi dengan suasana yang tenang dan harmonis. Hotel ini menawarkan fasilitas fantastis, termasuk pusat kebugaran, kolam renang dalam ruangan, pijat, untuk membantu Anda bersantai setelah sepanjang hari beraktivitas di kota. Temukan paduan menarik dari pelayanan profesional dan sejumlah fasilitas di Amaroossa Royal Hotel.

images

FASAD ROYAL AMAROOSSA BOGOR

Desain bangunan yang terimajinasi dari bangunan kerajaan pada masa lampau ini, jika dilihat dari jarak jauh terlihat sangat mendetail pada tekstur fasadnya mulai dari bentuk bukaan yang ngulang dengan bentuk lengkungan di atas jendela dan pintu serta kolom besar yang diberi detail sebuah garis horizontal mengulang secara vertical.

download

INTERIOR KAMAR ROYAL AMAROOSSA

Konsep dasar klasik yang diterapkan pada Royal Amaroossa dapat dilihat dari salah satu kamarnya yang memiliki desain kemegahan pada ruang dengan didukung dengan adanya ukiran rumit pada furniture, bukaan yang menjulai tinggi serta warna gold pada ruangan yang menambah kemegahan Royal Amaroossa Bogor ini.

URBAN “THU LE LAKE VIETNAM” DAN “GARDEN BY THE BAY SINGAPURA”

Hanoi, Le Thu Lake

thu le lake 

Thu le lake merupakan salah satu lokasi danau yang terletak di Hanoi, Vietnam. Lokasi ini merupakan pusat kota hanoi sehingga tempat ini dijadikan lokasi bisnis dan kuartal diplomatic di Hanoi.

daewoo hotel vietnam

Salah satu bangunan yang memanfaatkan danau ini yaitu Hotel Daewoo. Daewoo Hotel terdiri dari sebuah bangunan apartemen 15 lantai dan gedung perkantoran 18 lantai yang menyediakan 411 kamar tamu elegan dan indah ditunjuk di tengah-tengah taman yang rimbun

GARDEN BY THE BAY

garden by the bay

Gardens by the Bay ( Cina : 滨海湾花园; pinyin : bīnhǎi Wan Huayuan Melayu : Taman di Pesisiran) adalah sebuah taman yang mencakup 101 hektar (1.010.000 m 2) dari tanah reklamasi di pusat kota Singapura , berdekatan dengan Marina Reservoir . Taman ini terdiri dari tiga kebun tepi: Bay South Garden, Bay East Garden dan Bay Central taman yang terbesar dari tiga kebun adalah Bay South Garden, berdiri di 54 hektar.

Gardens by the Bay merupakan bagian integral dari strategi oleh pemerintah Singapura untuk mengubah Singapura dari “Garden City” ke “Kota di Garden”. Tujuannya dinyatakan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan penghijauan dan flora di kota.

Pertama kali diumumkan kepada publik oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong selama Hari Nasional Rally pada bulan Agustus 2005, Gardens by the Bay ini dimaksudkan untuk menjadi perdana menteri ruang Singapura perkotaan luar rekreasi, dan ikon nasional.

Kompetisi internasional untuk desain rencana induk, yang diselenggarakan pada Januari 2006, menarik lebih dari 70 entri yang disampaikan oleh 170 perusahaan dari 24 negara. Dua perusahaan – Hibah Associates dan Gustafson Porter – akhirnya dianugerahi desain rencana induk untuk Bay South dan East Bay Gardens masing-masing.

Di samping desainer memimpin Hibah Associates, tim desain Inggris untuk Bay South termasuk Wilkinson Eyre Architects (arsitek); Atelier Sepuluh (desain lingkungan konsultan); Atelier One (insinyur struktur).

Tim ini juga didukung oleh sejumlah Konsultan Singapura termasuk CPG Consultants (arsitektur, sipil dan struktur, mekanikal dan elektrikal), Meinhardt Infrastruktur (sipil dan struktural), Langdon Seah (konsultan biaya) dan PMLink (manajemen proyek).

Taman telah terbukti sangat populer bagi para perencana acara, permintaan begitu tinggi sehingga taman yang membatasi jumlah kejadian tiga per minggu.

Bay Central Garden

Bay Central Garden akan bertindak sebagai penghubung antara Bay South dan East Bay Gardens. Ia berdiri di 15 hektar (37 hektar) dengan 3 kilometer (1,9 mil) tepi balkon yang memungkinkan untuk jalan-jalan indah yang membentang dari pusat kota ke timur Singapura. Perkembangan lebih dari Bay Central Garden datang dalam beberapa tahun ke depan.

Bay East Garden

bay east garden

Bay East Garden adalah 32 hektar (79 hektar) dalam ukuran dan memiliki 2 kilometer (1,2 mil) promenade depan yang menyulam yang Marina Reservoir . Sebuah taman sementara dikembangkan di Bay East Garden mendukung Olimpiade 2010 Pemuda . Tahap pertama dari taman dibuka untuk umum bulan Oktober 2011, yang memungkinkan akses alternatif ke Marina Barrage .

Dirancang sebagai rangkaian kebun berbentuk daun tropis yang luas, masing-masing dengan desain lansekap yang spesifik, karakter dan tema. Akan ada lima lubang air sejajar dengan arah angin yang berlaku, memaksimalkan dan memperluas garis pantai sementara memungkinkan angin dan air untuk menembus situs untuk membantu daerah dingin kegiatan di sekitar mereka. Bay East Garden akan menyediakan pengunjung dengan pandangan yang terhalang dari langit-langit kota. Perkembangan mendatang Bay East Garden akan didasarkan pada tema air.

Bay South Garden

Bay South Garden dibuka untuk umum pada tanggal 29 Juni 2012. Ini adalah yang terbesar dari tiga kebun di 54 hektar (130 hektar) dan bertujuan untuk menampilkan yang terbaik dari hortikultura tropis dan taman kesenian.

Konsep keseluruhan rencana induk yang menarik inspirasi dari anggrek karena merupakan perwakilan dari daerah tropis dan Singapura, menjadi bunga nasional negara itu, yang Vanda ‘Miss Joaquim’ . Bunga anggrek berakar di tepi (konservatori), sedangkan daun (bentang alam), tunas (jalan, jalan dan linkways) dan akar sekunder (air, energi dan komunikasi baris) kemudian membentuk jaringan terpadu dengan mekar (tema taman dan supertrees) di persimpangan utama.

Konservatori 

konservatori

Kompleks Konservatorium di Gardens by the Bay, Singapura, terdiri dari dua didinginkan konservatori – Bunga Dome ( Cina : 花穹) dan Cloud Forest ( Cina : 云雾林), terletak di sepanjang tepi Marina Reservoir . Konservatori, dirancang oleh Wilkinson Eyre Architects , dimaksudkan untuk menjadi showcase yang efisien energi teknologi bangunan yang berkelanjutan dan untuk menyediakan segala cuacaedutainment ruang dalam Gardens. Keduanya sangat besar (sekitar 1 hektar (2,5 hektar)) dan Bunga Dome adalah dunia columnless kaca terbesar.

Pembangunan rumah kaca khusus dalam dua cara. Pertama-tama dengan mampu memiliki besar kaca-atap tersebut tanpa dukungan interior tambahan (seperti kolom). Kedua karena konstruksi bertujuan kuat untuk meminimalkan dampak lingkungan. Air hujan yang dikumpulkan dari permukaan dan beredar dalam sistem pendingin yang terhubung ke Supertrees. The Supertrees digunakan baik untuk melampiaskan udara panas dan dingin air beredar. [7]

Flower Dome

flower dome

Bunga Dome adalah lebih rendah tetapi lebih besar dari dua, sebesar 1,2 hektar (3,0 hektar). Ini ulangan ringan, kering tanaman iklim dan fitur yang ditemukan di Mediterania dan daerah tropis semi kering lainnya (misalnya bagian dari Australia, Amerika Selatan, Afrika Selatan).

Bunga Dome adalah 38 meter (125 kaki) tinggi dan mempertahankan suhu antara 23 ° C dan 25 ° C, sedikit lebih rendah pada malam hari.

Bunga Dome memiliki 7 berbeda “kebun” serta kebun zaitun dengan bistro dan lapangan layar berubah sentral juga telah dimasukkan untuk memungkinkan menunjukkan bunga dan menampilkan yang akan diadakan dalam Konservatorium.

Cloud Forest

cloud fprest

The Cloud Forest lebih tinggi tetapi sedikit lebih kecil di 0,8 hektar (2,0 hektar). Ini meniru kondisi lembab dingin ditemukan di daerah pegunungan tropis antara 1.000 meter (3.300 kaki) dan 3.000 meter (9.800 kaki) di atas permukaan laut, yang ditemukan di Asia Tenggara, menengah dan Amerika Selatan. Ini fitur 42 meter (138 kaki) “Cloud Mountain”, dapat diakses oleh lift, dan pengunjung akan dapat turun gunung melalui jalan melingkar di mana 35 meter (115 kaki) air terjun menyediakan pengunjung dengan udara sejuk menyegarkan.

“Awan gunung” sendiri merupakan struktur yang rumit sepenuhnya dibalut epifit seperti anggrek, pakis, pakis merak, spike- danclubmosses , bromelia dan anthuriums . Ini terdiri dari beberapa tingkatan, masing-masing dengan tema yang berbeda.

Supertrees Grove

supertrees grove

Supertrees adalah struktur seperti pohon yang mendominasi lanskap Gardens ‘dengan ketinggian yang berkisar antara 25 meter (82 kaki) dan 50 meter (160 kaki). Mereka adalah taman vertikal yang melakukan banyak fungsi, yang meliputi penanaman, shading dan bekerja sebagai mesin lingkungan untuk kebun. [8]

The Supertrees adalah rumah bagi kantong-kantong yang unik dan eksotis pakis, tanaman merambat, anggrek dan juga koleksi besar bromeliad seperti Tillandsia , antara tanaman lain. Mereka dilengkapi dengan teknologi lingkungan yang meniru fungsi ekologis pohon –sel fotovoltaik yang memanfaatkan energi surya yang dapat digunakan untuk beberapa fungsi Supertrees, seperti pencahayaan, seperti bagaimana pohon berfotosintesis; dan pengumpulan air hujan untuk digunakan dalam irigasi dan air mancur menampilkan, persis seperti bagaimana pohon menyerap air hujan untuk pertumbuhan. The Supertrees juga melayani asupan udara dan knalpot fungsi sebagai bagian dari sistem pendingin konservatori ‘.

Ada jalan tinggi, yang OCBC Skyway, antara dua Supertrees besar bagi pengunjung untuk menikmati pemandangan udara panorama kebun. Sebuah outlet makanan dan minuman direncanakan di atas 50 meter (160 kaki) Supertree. Pada malam hari, Supertrees menjadi hidup dengan cahaya dan musik acara yang disebut OCBC Taman Rhapsody.

Anak-anak Taman

Dirancang oleh Grant Associates, yang juga dirancang Gardens by the Bay, Taman Anak sepenuhnya didanai oleh Far East Organization sebesar $ 10 juta. Ini merupakan daya tarik bagi anak-anak usia 5 dan di bawah dan 6-12 tahun. Atraksi ini dibuka pada 21 Jan 2014. Taman anak-anak berada di dekat pohon dan jejak petualangan. Jejak petualangan terdiri dari trampolin, menyeimbangkan balok, tergantung jembatan dan banyak lagi.

Hal ini terbuka pada hari Selasa sampai Minggu 09:00-09:00. Ini akan ditutup pada hari Senin, atau pada hari kerja berikutnya jika Senin merupakan hari libur umum.

Taman bertema Hortikultura

Ada dua set yang jelas berbeda dari taman-taman bertema hortikultura yang berpusat pada hubungan antara “Tanaman dan People” dan “Tanaman dan Planet”. Mereka adalah bagian penting dari program edutainment Kebun ‘, yang bertujuan untuk membawa pengetahuan tanaman kepada masyarakat.

The “Tanaman dan People” tema fitur Warisan Taman yang menyoroti berbagai kelompok budaya di Singapura dan peran penting yang bermain di tanaman budaya masing-masing, serta sejarah kolonial negara itu. Hal ini juga berfokus pada tanaman ekonomis penting ke Singapura dan Asia Tenggara.

The “Tanaman dan Planet” tema menekankan jaringan hubungan antara berbagai tanaman dalam pengaturan hutan yang rapuh, menampilkan keanekaragaman hayati tanaman hidup di planet ini.

Flower Market dan ruang acara utama (Tahap 2 pembangunan)

flower market step 2

Pasar Bunga akhirnya akan masuk polisi utama ke Taman. Ini akan mencakup peristiwa ruang indoor, gerai makanan & minuman ritel dan berbagai. Ruang acara utama adalah rumput 2 hektar (4,9 hektar) outdoor dengan panggung.

Anggaran

Biaya konstruksi final untuk proyek, tidak termasuk harga tanah tetapi termasuk jalan akses, karya drainase, dan perbaikan tanah, adalah dalam mengalokasikan anggaran $ 1035000000. Biaya operasional tahunan diharapkan menjadi sekitar $ 58.000.000, dimana $ 28.000.000 adalah untuk operasi bangunan Conservatory. Proyek ini menerima 1,7 juta pengunjung antara bulan Juni dan Oktober 2012, yang memiliki tiket masuk gratis untuk sebagian besar bagian dari taman tetapi diminta untuk membeli tiket untuk memasuki konservatori.

Koneksi transportasi

Terdekat MRT stasiun Bayfront stasiun MRT. The Gardens by the Bay stasiun MRT, dalam pembangunan, akan terbuka di 2021.

Bus Service 400 juga melayani Gardens.

SUMBER          :

http://www.virtourist.com/asia/vietnam/hanoi/24.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Gardens_by_the_Bay

pelanggaran pembangunan terhadap proyek

Setjen DPR Bantah Ada Pelanggaran Kontrak Dalam Pembangunan Parkir Motor DPR

Capture

Sumber gambar : Pembangunan parkiran motor di DPR / Istimewa

JAKARTA, SON– Humas Sekretariat Jenderal DPR RI, Djaka Dwi Winarko, membantah jika proyek pembangunan parkir motor DPR tidak sesuai dengan kontrak yang ada dengan pihak PT BRJ.

“Enggak. Itu, kita masih akan memperbaiki kekurangan agar sesuai kontraknya. Sesuai dengan spec, kita minta perbaiki. Kemen PU mengecek juga kok,” ujar Djaka di gedung DPRa MPR RI, Kamis (11/10/2012).

Namun, Djaka mengaku tidak mengetahui seputar laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan proyek tersebut tidak sesuai dengan kontrak, sehingga PT BRJ harus membayar denda..

“Saya nggak tahu. Tapi pihak Kesekjenanan sudah memanggil pihak  perusahaannya, mereka harus dipanggil harus memperbaiki,” kata Djaka.

Diluar itu, Djaka membenarkan masih ada-nya kekurangan dalam pembangunan parkir motor tersebut. Antara lain planter bos beton senilai Rp 11,2 juta ; pos jaga Rp 1.7 juta ; fisher planter pos sebesar Rp 7.7 juta ; jet washer sebesar Rp 1 juta ; penanaman tanaman di planter box sebesar Rp 4.2 juta dan pipa PVC sebesar Rp 7.4 juta.

“Kalau kekurangan, iya memang masih ada yang kurang. Tapi yang jelas Setjen mengejar terus agar sesuai dengan kontrak,” tegas Djaka.

Pembangunan tersebut, dikatakan Djaka, direncanakan akan selesai pada akhir bulan ini. Namun dirinya masih belum bisa berkomentar apakah nanti-nya pihak kontraktor akan dikenakan sanksi terkait pelanggaran terhadap kontrak tadi.

“Saya nggak punya datanya. Jadi belum bisa komentar,” tutup Djaka.

Seperti diberitakan sebelumnya, pekerjaan pembangunan parkir motor DPR sudah dibayar lunas kepada PT. BRJ dengan satu kali pembayaran, tertanggal 14 Desember 2011. Padahal jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 73 hari kalender dari tanggal 20 Oktober sampai dengan 31 Desember 2011.

Seharusnya, PT.BRJ sesuai peraturan Pemerintah No.54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa, pada pasal 88, hanya mendapat uang muka yang dapat diberikan kepada penyedia barang atau jasa, untuk usaha kecil sebesar 30%, dan usaha besar sebanyak 20% dari nilai kontrak.

Dampak dari pembayaran satu kali lunas tersebut, hingga tanggal 31 Desember 2011, PT BRJ baru menyelsaikan pekerjaan pembangunan parkir motor  42.15%. Dan dari laporan konsultan pengawas,menyatakan bahwa hingga tanggal 26 Februari 2012 pekerjaan masih berlangsung.  Bahkan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan yang terakhir, pertanggal 4 Mei 2012, pekerjaan parkir motor tersebut belum diserahterimakan.

Hasil dari keterlambatan pekerjaan ini, BPK menyarankan agar PT.BRJ didenda mencapai batas maksimum yaitu 5 persen atau sebesar Rp173.000.000. Selain ini, PT.BRJ juga harus mengembalikan dana sebesar Rp33.467.355 karena tidak mengerjakan beberapa pekerjaan pendukung seperti, pekerjaan planter bos beton dengan nilai sebesar Rp11.2 juta, pekerjaan pos jaga sebesar Rp1.7 juta.

Sumber :

http://www.sorotnews.com/berita/view/setjen-dpr-bantah-ada.3525.html#.VMY6WdKUeTU